Kembali Dr. Freddy Rangkuti MSc, akan memberikan Practical Training & Workshop STRATEGI PROMOSI YANG KREATIF untuk meningkatkan penjualan dan mengukur Key Performance Indicators (KPI) di Hotel Aston Atrium Jakarta, 31 Juli dan 1 Agustus 2008. Limited Seat, segera hubungi Hani di 0818 88 2451
Materi:
1. Riset Promosi untuk meningkatkan penjualan menggunakan SPSS
2. Mengukur efektivitas program promosi menggunakan Key Performance Indicators (KPI)
3. Cara menyusun strategi push & pull promosi yang kreatif
4. Cara menyusun strategi customer retention
5. Cara meningkatkan frekuensi konsumsi
6. Cara menyusun program consumer promotion
7. Cara menyusun program trade promotion
8. Studi kasus cara melakukan analisis dan membuat program promosi yang kreatif
Training & Workshop Batch ke 32 mengenai Practical Marketing Research: Implementasi ke dalam porgram pemasaran dan Key Performance Indicators, berhasil digelar di Hotel Aston 28 dan 29 Mei 2008.
Ada pertanyaan yang ingin saya tanyakan untuk Bp.
Freddy. BBM sudah naik saat ini, dan saya menjual penghemat BBM, untuk mobil +
motor + gas, kelebihannya, jika memakai alat ini bisa menghemat atau irit
hingga 30%. Saya memberi jaminan bahwa jika tidak terbukti berhasil selama 30
hari, uang kembali. Yang ingin saya tanyakan adalah strategi yang cocok dan
efisien untuk memasarkan alat penghemat ini. Saya pikir moment sekarang sangat
cocok.
Strategi yang sudah ada dari para competitor adalah
direct selling, MLM, memasok barang ke hyper market/toko-toko sparepart
mobil/motor. Kira – kira strategi yang paling pas itu bagaimana ya?
Semoga Bapak bisa memberikan solusi untuk perkembangan
kami.
Kembali Freddy Rangkuti & Associates mengadakan Pelatihan Intensif selama dua hari, mengenai PRACTICAL MARKETING RESEARCH:Implementasi ke dalam program pemasaran dan Key Performance Indicators, Batch 33 Pelatihan ini akan berlangsung di Hotel ASTON Atrium Jakarta, 19 dan 20 Juni 2008. Untuk mendapat early bird cepat hubungi: Hani di 0818882451
Saya baru 3 bulan ditempatkan di bagian pengembangan
organisasi rumah sakit (RS) yang berkutat dengan penelitian. Saya diminta membuat indicator kepuasan
pasien, indicator ini sudah selesai dengan membuang semua variable yang
unvalid, tetapi manajemen meminta agar 1 variabel yang unvalid tetap
dipertahankan. Apakah bisa? (setahu saya, apabila variable tidak valid berarti
tidak dapat menjadi alat ukur).
Sebetulnya apa yang mempengaruhi validitas variable?
Mungkinkah variable yang hasil uji validitasnya
tidak valid di lain waktu jadi valid?
Manajemen meminta variable ini dipertahankan untuk
monitoring karena masuk dalam penilaian akreditasi (mengenai fasilitas umum RS
yakni tentang kebersihan toilet).