Cara Membuat Usaha Baru dengan Merek dan Kemasan Menarik PDF Print E-mail
Written by admin   
Pertanyaan

Pak Freddy yth,

Sudah lima tahun terakhir ini saya meneruskan usaha orang tua yang bergerak di industri pengolahan dan pengemasan makanan khas daerah. Kapasitas produksi kami mencapai 500 kg per bulan, yang kami kirimkan keberbagai agen di daerah.

Belakangan ini saya berbeda pandangan dengan ayah. Saya ingin membuat perubahan dalam sisi kemasan sehingga terlihat lebih modern. Juga saya merancang berbagai variasi rasa, sehingga tidak terbatas pada rasa tradisional belaka (mohon maaf saya tidak dapat memberitahu produk dan merek yang kami pakai). Ayah saya tampaknya tidak setuju. Beliau lebih senang dengan pertumbuhan yang sudah stabil selama ini sementara saya ingin meningkatkan pertumbuhan karena saya sudah melihat pesaing kami secara serius menggarap pasar.

Pertanyaan saya, apa yang dapat saya lakukan bila ingin meneruskan rencana saya? Saya sedang mempertimbangkan mendirikan sebuah perusahaan baru yang merupakan afiliasi dari perusahaan orang tua. Saya berharap perusahaan baru ini lah yang jadi ujung tombak pemasaran sekaligus eksperimen ide – ide saya, tanpa mengganggu perusahaan induk, sekaligus saya tidak berkonflik dengan ayah. Bagaimana pendapat bapak? Apa langkah – langkah yang harus saya lakukan?

G.S, Bandung

 

Jawaban

Langkah Anda membuat perubahan kemasan dengan berbagai varian rasa, menurut saya sudah tepat. Hanya saja harus hati – hati, sebab apabila kita menggunakan nama lama yang sudah populer dengan posisioning klasik (misalnya makanan khas daerah tradisional) dikembangkan dengan kemasan baru dengan berbagai varian rasa yang lebih modern, hal ini dapat menyebabkan kekecewaan pada konsumen loyal.

Cara mengatasi masalah tersebut di atas adalah dengan menggunakan merek baru yang berbeda sama sekali dengan merek sebelumnya. Agar mudah melakukan penetrasi pasar, boleh dicantumkan dengan huruf  kecil merek perusahaan sebelumnya. Strategi ini diterapkan oleh Wing untuk merek Mie Sedaap, Aqua dengan Mizone, dan sebagainya.

Namun demikian, desain kemasan harus memperhatikan kaedah berikut ini:

  1. memahami karakter customer. Masalahnya saat ini, seringkali kemasan tidak secara langsung dapat memuaskan kebutuhan semua orang. Terdapat berbagai niche market yang membutuhkan kemasan yang unik. Dengan demikian apabila kita menginginkan suatu target market yang lebih spesifik, kita harus melakukan riset. Belum tentu kemasan yang sesuai dengan target market tertentu cocok dengan target market yang yang lain. Contohnya makanan untuk anak – anak belum tentu cocok dengan makanan untuk orang dewasa.
  2. Pelajari atribut kemasan apa yang sesuai dengan target market yang sesuai.
  3. Pelajari perilaku belanja customer anda. Kalau pada waktu lalu kita mengenal produk dengan ukuran kemasan yang sangat besar. Namun saat ini perubahan pola belanja telah berubah menjadi kearah yang lebih kecil. Namun demikian, kemasan yang relatif kecil tidaklah mencerminkan profit yang kecil. Sebab semakin kecil ukuran kemasan tersebut, maka akan semakin sering customer berbelanja. Customer lebih menyukai membayar harga yang lebih murah, mudah digunakan, dengan ukuran yang lebih kecil. Contohnya, pembelian kacang kulit dengan ukuran yang lebih kecil lebih disukai dibandingkan dengan membeli dalam jumlah besar. Selain menjaga tetap gurih (karena sekali makan untuk satu kemasan). Pola makan dapat lebih terjaga, dibandingkan dengan membeli dalam jumlah yang sangat besar.
  4. Pelajari dimana customer suka berbelanja. Telah terjadi perubahan pola belanja, dari pasar tradisional ke pasar modern yang lebih nyaman sekaligus tempat hiburan. Namun pola ini berubah lagi, ketika dimana – mana terjadi kemacetan yang luar biasa, customer kembali mencari tempat belanja yang tidak terlalu besar, tetapi memiliki akses parkir yang cepat.
  5. Saat ini customer mulai sadar terhadap bahaya pencemaran lingkungan. Kemasan yang dianggap memiliki potensi pencemaran lingkungan akan dihindari. Artinya kemasan yang dapat didaur ulang lebih disukai.

 Menurut pakar strategi pemasaran Michael Goodman, ada 5 cara pemberian merek suatu produk atau perusahaan yaitu sebagai berikut:

  1. Memberi nama dengan menggunakan nama orang, binatang, tempat atau symbol. Contohnya adalah Johnson & Johnson, Procter & Gamble, Scientific Atlanta, Ford, Heinz, Disneyland, Bakpia Pathok, Teh Botol Sosro.
  2. Secara jelas menyebutkan nama kegiatan bisnis yang dijual atau jasa yang diberikan. Contohnya American Airlines, General Motor, Metropolitan Life, General Electric, Universal Studio.
  3. Menggunakan nama dengan kesamaan kata atau singkatan. Contohnya  IBM, FedEx, Nabisco, ESPN, 3M, AAA, HP, AT&T.
  4. Menggunakan nama yang aneh atau tidak memiliki makna yang jelas atau menggunakan nama yang tidak berkaitan sama sekali, tetapi kedengarannya menarik. Contohnya Google, Yahoo, Exxon, Xerox.
  5. Menggunakan nama dengan menyebutkan manfaat. Contohnya Spic’n Span (pembersih rumah tanggah), Head & Shoulder (sampoo), Nice’n’Easy (pewarna rambut).

Dengan adanya berbagai banyak pilihan, mana yang terbaik? Menurut saya, yang terbaik adalah dengan menggunakan nama dikaitakan dengan benefit, sehingga customer langsung dapat mengetahui manfaat apa yang dirasakan setelah menggunakan produk/jasa tersebut. Selain itu dengan menggunakan nama yang langsung terlihat manfaatnya, dapat menarik target market, karena nama produk tersebut dapat mengkomunikasikan posisioningnya secara jelas. Namun demikian, kita harus hati – hati, sebab pemberian suatu nama dapat saja pengaruhnya tidak langsung terlihat dan membutuhkan usaha yang lebih keras agar tingkat awarenessnya dapat meningkat.

***

 

Comments
Add NewSearchRSS
Cara memasarkan barang dengan
avatar
stanley (IP:125.161.199.220) 2008-04-02 02:52:23

Yth. Bp.Freddy,

Saya seorang pengusaha pemula yang mau memulai bisnis yg baru dibidang teknologi. barang2 sejenis dipasaran sudah ada & banyak sekali beredar, & sy juga sudah bandingkan dengan kualitas barang yg sy akan jual, & ternyata berbeda cukup jauh. tentunya barang sy lebih baik dr segi kualitas.

yang mau sy tanyakan adalah, bagaimana cara merubah pola pikir customer untuk membeli barang dengan kualitas yg lebih baik, namun tentu saja harga barangnya lebih mahal dibandingkan dengan yg sudah ada saat ini? Apakah dengan nama & design brand yg unik bisa menjadi nilai jual? langkah apa saja yg harus diambil untuk memulai membuat brand yg unik & mempunyai nilai jual?

dan yg terutama adalah, bagaimana caranya mengutamakan pelayanan total kepada customer, padahal sebenarnya kita itu ingin agar barang kita laku terjual.. misalkan, setiap orang yang punya masalah keamanan, konsultasikan kepada kami, kami akan memberi tau kira2 barang apa saja yg dibutuhkan oleh orang tersebut sperti CCTV/bodyguard/alarm.. langkah2 awal apa saja yg harus sy ambil? mulai dr marketing plan, budgeting, positioning, promosi dan lain sebagainya.

Terima Kasih..

Best Regards,
Stanley - Jakarta
Only registered users can write comments!
Last Updated ( Saturday, 13 October 2007 )
 
< Prev   Next >

Membership? CLICK REGISTER

User Online

Total: 17
Members: 0 / Guests: 17
No members online
Total: 17
Members: 0 / Guests: 17

Events Calendar

« < August 2010 > »
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4
« < September 2010 > »
S M T W T F S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2

Ebooks Most Downloaded