| Creative Marketing Ideas: STRATEGI MENINGKATKAN PERSONAL BRANDING |
|
|
|
| Written by Dr. Freddy Rangkuti | |
|
Menurut Al-Ries (1982) dan Boush (1991) setiap orang memiliki philosophy branding yang berbeda – beda sehingga memiliki keunikan sendiri – sendiri dan memiliki karakteristik pribadi yang berbeda – beda.
Proses terbentuknya personal branding dimulai dari:
1. Cara Menentukan Siapa Diri Kita Sebenarnya
Mengingat personal branding merupakan
refleksi dari orang/produk/jasa yang melekat pada obyek tersebut, maka cara
mengidentifikasi personal brand harus ditanyakan pada diri kita sendiri: Apa
yang harus saya lakukan agar saya memiliki perbedaan dengan yang lain. Kegiatan
ini dapat kita lakukan dengan melakukan analisis SWOT (Freddy Rangkuti, 2009) yaitu menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.
Personal branding lebih banyak merupakan
cara menentukan siapa diri kita yang sebenarnya, dengan demikian personal
branding muncul dari pencarian identitas, sebagian lainnya muncul dari awareness
kekuatan personal branding yang kita miliki. Selain itu juga memerlukan
pencarian unsur – unsur dari suatu brand atau asosiasi yang kita miliki menurut
benak target market. Tidak heran untuk memperkuat asosiasi ini personal
branding membutuhkan pakaian yang berbeda, topi yang berbeda, makanan yang
berbeda, tempat tinggal yang berbeda, cara bicara yang berbeda, sampai gaya
hidup yang berbeda. Namun demikian hal yang paling penting membuat kita berbeda, adalah niat yang ingin kita pancarkan dalam diri kita harus dapat memberikan manfaat buat alam sekitar kita.
2. Menentukan Apa yang Kita Kerjakan
Caranya adalah dengan mengidentifikasi
kekuatan utama dan keunikan yang kita miliki. Hal ini harus dapat merefleksikan
jenis pekerjaan yang ingin dilakukan dalam hidup ini. Yaitu dengan cara
bertanya pada diri sendiri ”Apakah yang saya kerjakan dapat lebih baik, diukur
dan dibedakan dengan apa yang dikerjakan oleh orang lain? Apakah pekerjaan yang
saya lakukan tersebut dapat memberikan manfaat untuk orang lain, sehingga saya
bangga dapat melakukan pekerjaan tersebut?
Personal branding tidak harus melakukan
pekerjaan yang menarik perhatian. Personal branding lebih mementingkan
pemahaman terhadap nilai yang kita miliki, apakah nilai tersebut relevan dan
bermanfaat dengan orang lain. Artinya sebagian besar pengembangan personal
branding dilakukan sesuai dengan nilai – nilai yang dimiliki oleh individu yang
bersangkutan.
3. Cara Memposisikan Diri
Caranya adalah dengan mengidentifikasi
karakteristik dan kualitas yang dapat membedakan kita dengan pesaing. Apabila
kita telah dapat membuat posisioning yang berbeda dengan apa yang dilakukan pesaing, maka kita
dapat secara terus menerus menjaga agar tidak dapat ditiru oleh para pesaing,
misalnya dengan melakukan inovasi dan kreasi secara berkesinambungan.
Agar posisioning kita bertambah kuat,
usahakan target kita sama dengan target bisnis kita, yaitu dengan memadukan
antara nilai – nilai yang kita miliki yang menjadikan kita bernilai bagi orang
lain. Usahakan nilai – nilai tersebut sejalan dengan tujuan bisnis yang sedang
kita kerjakan. Semua ini merupakan proses dua arah. Bukan hanya personal brand
yang kuat sehingga dapat memberikan keuntungan buat kita, tetapi keselarasan hubungan
dengan tujuan bisnis yang saling mendukung, sehingga menciptakan pengaruh
emosional yang memberikan manfaat optimal kepada masyarakat.
Strategi promosi personal branding yang
kita lakukan sebaiknya jangan meniru bentuk komunikasi yang dilakukan pesaing.
Kita harus menciptakan bentuk komunikasi yang kita lakukan sendiri, semuanya
harus dikaitkan dengan personal brand yang telah kita miliki.Tujuan personal
brand adalah harus jelas, sulit ditiru oleh pesaing, mudah dipahami, memiliki
keunikan, dan selalu memberikan manfaat. Menurut Al – Ries (1982) strategi
posisioning yang sama dengan yang dilakukan pesaing disebut bukan strategi.
Pendapat ini sesuai dengan berbagai pendapat pakar brand lainnya seperti Aaker (1990);
Andrew (1997); Czepiel (1992) dan Igor (1984).
4. Mengelola Brand
Kunci mengelola brand adalah ”word of –
mouth marketing” (WOM), membina networking atau jaringan teman, kolega, klien
dan customer merupakan alat yang paling penting dalam mengelola personal brand. Apa yang diinginkan customer harus
merupakan tujuan tertinggi yang selalu dipertahankan, sehingga brand kita
memiliki nilai yang bermanfaat. Cara
membuat dan mengukur WOM ini secara detail dapat dilihat di buku “Strategi
Promosi yang Kreatif “(Freddy Rangkuti, 2009).
Personal brand harus selalu memberikan
kepercayaan dalam benak konsumen. Semakin banyak customer yang mempercayai, maka
akan semakin cepat kekuatan WOM menyebar tanpa harus mengeluarkan biaya promosi
yang sangat besar (McNally, 2004).
Selanjutnya, kita harus selalu berusaha
agar gap antara persepsi mengenai brand yang kita miliki sekarang tidak
memiliki perbedaan dengan persepsi yang diharapkan oleh customer. Dengan
demikian diperlukan evaluasi mengenai kinerja brand, sehingga dapat selalu
dijaga dan ditingkatkan. |
|
| Last Updated ( Wednesday, 26 May 2010 ) |
| < Prev | Next > |
|---|












